Melesat menuju langit tujuh
Secepat kilat menembus angkasa
Jauh kutinggalkan planet bumi
Terbang melayang melanglang buana
Bridge:
Racun cinta membius hamba
Panas dingin demam asmara
Melesat menuju langit tujuh
Secepat kilat menembus angkasa
Jauh kutinggalkan planet bumi
Terbang melayang melanglang buana
Bridge:
Racun cinta membius hamba
Panas dingin demam asmara

From Album: The Special One
masih tertinggal bayanganmu
yang telah membekas di relung hatiku
hujan tanpa henti seolah bertanda
cinta tak disini lagi kau telah berpaling
reff:
biarkan aku menjaga perasaan ini
menjaga segenap cinta yang telah kau beri
engkau pergi aku takkan pergi
Otakmu seksi itu terbukti
dari caramu memikirkan aku
matamu seksi itu terbukti
dari caramu menatap aku
Aku seperti ada didalam penjara…cintamu…
Hidungmu seksi itu terbukti dari caramu cium pipiku…
Kamu tipu aku lagi
Mungkin sudah ke sribu kali
Tak tahu kapan akan berakhir
S’gala penyiksaan ini
Kamu tampar aku lagi
Dengan penyakit lamamu
Semakin lama akupun bisa
Menjadi benar-benar gila

Apakah Ini Namanya Cinta
Begitu Membingungkan
Aku Ini Sedang Jatuh Cinta
Kutanyakan Mengapa Hatiku Resah
Hatiku Gundah Semuanya Jadi Serba Salah
Aku Mau Makan Kuingat Kamu
Aku Mau Tidur Juga Kuingat Kamu
Aku Mau Pergi Kuingat Kamu
Ooo Cinta Mengapa Semua Serba Kamu

Tiba saatnya kita saling bicara
Tentang perasaan yang kian menyiksa
Tentang rindu yang menggebu
Tentang cinta yang tak terungkap
Sudah terlalu lama kita berdiam
Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam
Memenuhi mimpi-mimpimu malam kita
resah jiwaku menanti
mengingat semua yg terlewati
saat kau masih ada disisi
mendekapku dalam hangatnya cintamu
*1:
lambat sang waktu berganti
endapkan laraku disini
coba tuk lupakan bayangan dirimu
yang selalu saja memaksa tuk merindumu

desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit
bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan
Jauh di lubuk hatiku masih terukir namamu
Jauh di dasar jiwaku engkau masih kekasihku
Tak bisa kutahan laju angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi, merobek hati
Meski raga ini tak lagi milikku
Namun di dalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapan kutahankan rasa cinta ini