Entah mengapa aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan,
“Jangan aku kau tinggalkan”
Tak tahu di mana ada getar terasa
Waktu kau katakan
“Kubutuh dekat denganmu”
Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi
Bibir tipismu yang menari
Entah mengapa aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan,
“Jangan aku kau tinggalkan”
Tak tahu di mana ada getar terasa
Waktu kau katakan
“Kubutuh dekat denganmu”
Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi
Bibir tipismu yang menari
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Hembusan angin malam waktu itu
Bawa lari ku dalam dekapanmu
Kau usap luka di sekujur tubuh ini
Sembunyilah-sembunyi ucapmu…
Nampak jelas rasa takut di wajahmu
Saat petugas datang mencariku
Reff.
Lonteku… terima kasih
Atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku… dekat padaku
Mari kita lanjutkan cerita hari esok
Karya: Pitat Haeng ‘aka’ Virgiawan Listanto ‘aka’ Iwan Fals
Kamu yang sudah tua apa kabarmu?
Katanya baru sembuh katanya sakit
Jantung ginjal dan encok sedikit saraf
Hati hati pak tua istirahatlah
Kini ku mengungkap tanya
Siapakah dirinya
Yang mengaku kekasihmu itu
Aku tak bisa memahami
Ketika malam tiba
Kurela kau berada
Dengan siapa kau melewatinya
Aku tak bisa memahami